Gubernur Bali Memantau Proyek Pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani
8 Juni 2019
Kapolres Kolaka Pimpin Apel Pengecekan Personel
8 Juni 2019

Bentrok Antar Desa Di Buton, Dua Meninggal dan Delapan Luka-Luka

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart

Mediaputrabhayangkara.com,- Korban kerusuhan antar desa di Kabupaten Buton bertambah. Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart. Hal tersebut disampaikan saat dikonfirmasi via WhatsApp. Jum’at (7/6/19)

Seperti yang dilansir dari laman anoatimes.id, Harry Menyebutkan data
terakhir mengenai jumlah korban yang tercatat di Polda Sultra adalah dua korban meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka-luka.

“Selain menelan korban jiwa dan luka – luka, kerusuhan yang melibatkan dua desa yakni Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya juga mengakibatkan 87 rumah hangus terbakar, sehingga ratusan warga memilih mengungsi ke desa terdekat”. Ucap Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart

Sebelumnya, Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto SIK turun langsung memantau dan berinteraksi bersama warga dari dua desa itu. Orang nomor wahid di jajaran Polda Sultra ini, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan memproses para pelaku yang terlibat.

Brigjenpol Iryanto meduga ada aktor intelektual dibalik kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Buton, yang melibatkan dua kelompok pemuda.

“Ya kita rasa demikian,” ujar Kapolda menanggapi pernyataan insan pers di posko pengungsian Desa Gunung Jaya, Kamis 6 Juni 2019 sebagaimana dikutip dari laman suryakepton.com

Kendati demikian, Kapolda Sultra tidak menyebutkan siapa aktor tersebut. Hanya saja, kata dia, dugaan itu diserahkan kepada pihak berwajib untuk dilakukan penyelidikan dan pembuktian.
“Nanti kita serahkan pada penyidik, bagaimana pembuktian dan penyelidikan nanti,” kata Brigjen Pol. Iryanto.

Untuk diketahui, kerusuhan dua kelompok pemuda dari dua desa di Kabupaten Buton ini terjadi pada hari pertama perayaan Idul Fitri 1440 H/2019 M. Kedua kelompok pemuda tersebut bentrok dan saling serang, yang mengakibatkan puluhan rumah ludes terbakar, Rabu 5 Juni 2019 sekira pukul 14.30 Wita.

Bentrokan tersebut terjadi antar warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, yang mengakibatkan puluhan rumah milik warga Desa Gunung Jaya ludes terbakar, akibat serangan dari warga Desa Sampuablo menggunakan bom molotov.

Menurut keterangan saksi, La Aca (35),
pada hari Selasa 4 Juni 2019, pukul 20.00 Wita, sekitar 40 orang pemuda Desa Sampuabalo melaksanakan konvoi dengan menggunakan kendaraan roda dua, 20 unit diantaranya menggunakan kenalpot resing dan memainkan gas motornya, sehingga membuat masyarakat Desa Gunung Jaya merasa terganggu dan tidak menerimahnya

Sekitar Pukul 20.45 Wita, konvoi kembali ke Desa Sampuabalo dan melewati Desa Gunung Jaya, ketika sampai di pertigaan Desa Sampuabalo dan Desa Gunung jaya, Masa yang melakukan konvoi meneriakan kata-kata penyerangan terhadap Desa Gunung Jaya. (Hasan.B)