PGRI JATIM TERUS BANGUN SINERGI LEMBAGA, GURU, ORTU DAN SISWA UNTUK PJJ
24 Juni 2020
Kapolres Pasuruan Laksanakan Giat Pertahanan di Lapangan Tembak TNI-AU Wilayah Raci Kabupaten Pasuruan
24 Juni 2020

Cegah laju Abrasi, DLHPKP KLU Gelar Penanaman 1000 Mangrove

Ratusan Warga, TNI- POLRI Antusias Saat Melakukan Penanaman 1000 Mangrove di Pantai Lempenge Desa Rempek Kec. Gangga

Reading Time: 2 minutes

Ratusan Warga, TNI- POLRI Antusias Saat Melakukan Penanaman 1000 Mangrove di Pantai Lempenge Desa Rempek Kec. Gangga

KLU, mediaputerabayangkara.com— Persoalan lingkungan khususnya abrasi yang terjadi kian ekstrem disepanjang wilayah pesisir Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dengan topografi cakupan pemukiman terpadat dan dominasi destinasi wisata pantai hampir disepanjang bentangan pesisir di KLU, Dinas Lingkungan Hidup Penataan dan Pemukiman Pnduduk (LHPKP) memperingati hari lingkungan sedunia dengan penanaman 1000 mangrove disepanjang kali muara dan pesisir pantai Lempenge Desa Rempek Kecamatan Gangga, Rabu (24/6/2020).

Kegiatan itu terlibat langsung Polres Lotara dengan mengerahkan kurang lebih 50 personel anggota, ratusan masyarakat, komunitas pecinta lingkungan dan seluruh perangkat desa dan kewilayahan sedesa Rempek, pula kegiatan itu dirangkai dengan perayaan HUT Bhayangkara.

Kegiatan itu cukup antusias, namun disisi lain keberadaan sejumlah kegiatan perusahan tambak udang yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Gangga, Kayangan dan Kecamatan Bayan belum melakukan hal sejenis sebagai upaya pertanggung jawaban perizinan yang dikantonginya.

Sejumlah Pejabat Pemda KLU Bersama Kadis DLHPKP dan Jajaran Polres Lotara Foto Bersama Sebelum Penanaman 1000 Pohon Mangrove Di Pante Lempenge Desa’ Rempek

Diketahui kegiatan usaha tambak udang yang ada, memakan lahan cukup luas hingga puluhan hektar yang bisa saja berdampak pada perubahan kondisi lingkungan dan ekosistem, lebih- lebih lingkungan pesisir dan ekosistem air laut.

Diharapkan dari kegiatan ini menjadi percontohan kepada pihak perusahaan untuk menaati perizinan yang sudah diberikan pemerintah. Salah satu syarat yang ada, perusahan yang menjalankan kegiatan usaha seperti tambak udang ada kewajiban dalam memperhatikan lingkungan, hal itu diatur pada UPL- UKL yang dikeluarkan DLHPKP, ungkap Kadis LHPKP Zaldi Rahadian, ST

“banyaknya pengusaha yang beroperasi di wilayah pantai KLU, ini juga saatnya memberi perhatian yang sama. Pula sudah menjadi kewajiban mereka karena sudah tertuang pada dokumen pemeliharaan lingkungan mereka saat mengajukan izin usaha,” tegas Zaldy yang juga mantan Kadis PU-TR

Sementara itu pantauan awak media ini, kegiatan penanaman mangrove tersebut tampak antusias diikuti ratusan masayarakat dan komponen TNI- POLRI serta Komunitas Pecinta Lingkungan. Kegiatan penanaman mangrove sejatinya guna menahan laju abrasi yang kian ekstrem disepanjang pesisir KLU.

Jumlah lahan pinggir pantai KLU yang butuh ditanami mangrove adalah sekitar puluhan hektar dengan estimasi kebutuhan bibit mangrove sejumlah ratusan ribu bibit.

Didesa Rempek sendiri, selain lokasi kegiatan penanaman tersebut masih ada sejumlah titik yang rawan untuk dilakukan kegiatan serupa salah satunya adalah destinasi pantai Tebing dan muara koloh (Kali) Penggolong, urai kepala Bidang (Kabid) pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup (Ppklh) Anas Gaib pada sejumlah media pada acara itu.

“Melihat aktivitas penanaman ini, saya oleh kades Desa Rempek diminta melakukan kegiatan serupa didua lokasi lagi, katanya lokasi itu cukup rentan abrasi kami siap mempasiliatsi dari dinas yang penting dipelihara semua kan untuk tujuan baik”

Kegiatan penanaman mangrove itu disampaikan oleh beberapa warga ke Gaib pertama kali selama 12 tahun berdirinya KLU, dengan dorongan keterlibatan masayarkat itu membuat dirinya kian semangat untuk memperogramkan secara masip tentang penanganan dini laju abrasi di Gumi Tioq Tata Tunak, semangatnya, (Ndy)