Polisi Amankan 19 Orang Massa Aksi Unjuk Rasa UU Omnibus Law
13 Oktober 2020
Simpan Sabu Dalam Bra dan Tas, Seorang Perempuan Muda Diringkus Satres Narkoba Polres Pesawaran
13 Oktober 2020

Diduga Lakukan Money Politic, Paslon ELMAR dilaporkan Ke Bawaslu Nias Barat

Reading Time: 2 minutes

Nias Barat- Mediaputrabhayangkara.com, Pasangan Calon ELMAR dilaporkan ke Bawaslu Nias Barat karena diduga berpolitik Uang. Masyarakat yang berinisaial SG telah melaporkan pasangan calon ELMAR atas dugaan politik uang (money politic) kepada salah seorang masyarakat.

SG melaporkan Paslon ELMAR ke Bawaslu Nias Barat pada hari kamis tanggal 08/10/2020, Dengan masuknya laporan dari masyarakat maka pada hari Selasa tanggal 13/10/2020 pihak Bawaslu Nias Barat menyerahkan Tanda Bukti Penerimaan Laporan kepada pelapor yang berinisial SG.

SG sebagai pelapor menyampaikan saat dikonfirmasi oleh awak media, EW telah resmi kita laporkan di Bawaslu Nias Barat pada hari kamis, tanggal 09/10/2020. Laporan kita sudah diterima di Bawaslu dengan baik’’ ujar SG saat ditemui wartawan.

SG bersama tim menuturkan EW tidak baik untuk dicontoh sebagai seorang calon bupati yang akan bertarung pada 9 Desember mendatang.

Lanjut pelapor, EW memberikan bahan kampanye, memasang masker serta memberikan amplop yang diduga berisikan uang kepada masyarakat saat melakukan kampanye/sosialiasi di desa Sitolu banua fadoro kecamatan Moro’o.

Perbuatan yang dilakukan oleh terlapor ini sangat menjijikan dan menciderai demokrasi kita karena mengambil hati masyarakat bukan dengan menawarkan visi misi (program) tetapi dengan cara memberikan amplop yang diduga berisikan uang.

“Kita ketahui bahwa dalam pemilu seperti pilkada yang akan digelar bulan Desember ini tidak dibenarkan seorang calon bupati melakukan politik uang’’ tegasnya SG

Masih pelapor, Sembari berkata kasus ini merupakan ujian integritas bagi Bawaslu Nias Barat, apakah mereka berani menindak terlapor tanpa melihat banyaknya partai pengusung dan pendukung dari terlapor.

“Kami sebagai masyarakat berharap agar dalam menghadapi Pilkada pada bulan Desember tahun 2020 mendatang tidak terjadi yang namanya politik uang (Money Politic) antara paslon dengan masyarakat.” pungkasnya. (Regueli Gulo)