Berikut Tiga Agenda yang Dipersiapkan AP2 Sultra Saat Presiden Kunker ke Sultra
17 Oktober 2020
Petugas Gabungan ‘Blusukan’ di Pasar 54 Amurang, Ajak Warga Disiplin Pakai Masker
17 Oktober 2020

Diduga Oknum BPBJ Samarinda Main Mata Dengan Calon Peserta Tender

Reading Time: 2 minutes
Pembangunan Puskesmas Sambutan

Samarinda, Mediaputrabhayangkara.com – Pengadaan Pembangunan Puskesmas Sambutan Kota Samarinda diwarnai abu-abu. Pasalnya dokumen penting persyaratan rahasia berupa Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan Barang dan Jasa sudah bocor pada salah satu peserta sebelum proses lelang.

Sesuai pagu anggaran Rp. 902.000.000.000. yang ditayangkan melalui Bagian Pelelangan Barang dan Jasa (BPBJ) Kota Samarinda dengan kode lelang tender 3544596 dan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 24486049 nama Paket Pembangunan gedung baru Puskesmas Sambutan ( DAK 2020), yang diikuti lebih dari 33 kontraktor.

Sesuai jadwal pengumuman pasca kualifikasi tanggal 23/6/2020 sampai 29/6/2020. melalui beberapa tahap terkoreksi urutan pertama PT. Famili Persada Mandiri penawaran Rp.7.319.732.910.12 urutan kedua PT.Surya Mega Jaya Rp. 8.313.713.796.44 sedangkan urutan ke tiga PT. Bumi Lansinrang Rp. 8.343.177.706.32 Akhirnya BPBJ menetapkan PT. Lansinrang sebagai pemenang lelang

Hasil konfirmasi MPB dengan Pjs Kabag BPBJ Agus spontan menggertak, tunjukan buktinya kalau ada laporkan kepada Polisi ujarnya.

Setelah ditunjukan bukti-bukti Agus mulai melunak dan membeberkan penjelasan, alasan nomor tiga dimenangkan menurutnya persyaratan penawaran mungkin lebih lengkap dibanding nomor 1 soal nomor urut itu sistem yang mengatur, sehingga perlu adanya pembuktian secara manual.

Menyinggung soal Renaldi diakui dia anggotanya dan posisinya pada waktu itu sebagai pokja, tuturnya.

Ditempat terpisah ditemukan adanya dugaan kolusi, atas bocornya dokumen pengadaan barang dan jasa.
Pada tanggal 16 /6/2020 sebelum tender calon peserta lelang yang berinisial H mengirim percakapan melalui pesan WhatsApp nya, kepada seseorang bernama Z berupa dokumen rahasia KAK dan RAB. yang intinya untuk memenuhi persyaratan guna mengawal kegiatan yang dimaksud agar lolos tender.
Selain itu juga ditemukan percakapan melalui WhatsApp nya H ke Z telah menyetor uang sebesar Rp.45 juta kepada ajudan pejabat dan menyebut -nyebut mantan Kepala BPBJ Hasibuhan.

Bukti chating dukumen lelang melalui whatsapp

Hasil konfirmasi dengan PPK Kepala UPT Puskesmas Sambutan Subagio fihaknya mengelak atas bocornya dukumen lelang, dia tidak tahu menahu , tugasnya menyerahkan berkas kepada BPBJ untuk dilelang, selebihnya tidak mengurus lagi tegasnya.

Bila terbukti dengan pelanggaran ini bisa di jerat dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 1999 Tentang Larangan Monopoli dan Persaingan tidak Sehat pada BAB IV Kegiatan yang dilarang Pasal 22 yang berbunyi Pelaku Usaha dilarang bersekongkol dengan fihak lain untuk mengatur dan menentukan pemenang tender sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.

Sehingga bisa diancam dengan pidana denda serendah-rendahnya Rp.5.000.0000.000 ( lima milyar rupiah dan setinggi -tingginya Rp.25.000.000.000 ( dua puluh lima milyar rupiah ) atau kurungan pengganti denda selama-lamanya 5 bulan.( bud)