Sekda Nias Barat Diduga Fasilitasi Paslon Elmar untuk Sosialisasi Melalui Panen Raya Jagung
16 September 2020
Kapolda dan Gubernur Jateng Laksanakan Apel Gabungan Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan Covid 19
16 September 2020

Dosen Muda STAI Meminta Bupati Copot Camat Sanana Utara

Reading Time: 2 minutes

Sanana MPB.Com – Rabu 16/09/2020 Perihal Pengusulan  pergantian Anggota Badan Permusawaratan Desa (BPD) Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara menuai Keritik Pedas Oleh Dosen muda STAI Babussalam Sula Maluku Utara.

Pasalnya  Kepala desa Pohea Telah memasukan Surat Permohonan Pergantian Dua Anggota Badan Permusawaratan Desa (BPD) tertanggal 23 Januari 2020 Kepada Kantor Kecamatan Sanana Utara Untuk Di tindak lanjuti ke Bagian Pemerintahan Selanjutnya di SK-kan, namun Sejauh Ini Camat Sanana Utara seolah acuh dengan Persoalan ini.

Imbas dari perihal tersebut membuat terjadi kekosongan dua struktur organisasi Badan Permusawaratan Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara Hampir setahun, seyogyanya di Struktur organisasi BPD diisi 7 orang sekarang Tiggal 5 anggota.

Persoalan ini di tanggapi oleh Dosen Muda STAI Babussalam Azis Los’en,S.Hi, M.SI, “Husen Teapon di anggap tidak layak memimpin Kecamatan Sanana Utara, sebab hal semacam ini saja sudah tidak mampu di tuntaskan bagimana kalau 7 Desa Secara Keseluruhan”. Ungkapnya Kepada Awak media ini

“Sebagai Seorang Pemimpin harus tau prosedur Tata kelola pemerintahan sehingga masyarakat di kecamatan yang ia pimpin menjadi sejahtera sesuai dengan program-program yang di canangkan oleh pemerintah daerah”. Sambungnya

“Persolan surat menyurat saya kira terlalu gampang untuk di lakukan, toh kenapa seorang camat sengaja mendiami persoalan ini, Atau jangan-jangan ada Kong kalikong”, Pungkasnya

Sebagai lembaga yang mengawal setiap kebijakan pembangunan, maka kata dia, kedudukan BPD sangat penting dalam sebuah desa

“BPD itu di tugasnya paling penting untuk mengawal program kerja desa nah sekarang ketika terjadi kekosongan maka terjadi pula kepincagan terhadap pengawasan” ujanya

Lanjutnya “Surat telah di masukkan Oleh pihak desa ke pihak kecamatan sejak tanggal 23 Januari 2020 di biarkan hingga saat ini tanpa alasan yang jelas. Jadi Saya meminta kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Sula untuk segra mencopot Camat Sanana Utara yang saya anggap bobrok adiministrasi serta tidak mampu melakukan tugasnya sebagai penyambung tangan pemerintah Desa Dengan baik.

Bagaimana Daerah Ini bisa berkembang sedangkan hal penting seperti ini Sengaja Di biarkan Oleh seorang Camat logikanya dimana”. tutupnya. (Tim MPB/deni)