Akibat di PHK, Sang lstri Suruh Suami Mencuri
21 Mei 2020
Kapolres Badung, AKBP Roby Pimpin Langsung Operasi Penyekatan Mudik Lebaran
21 Mei 2020

Gugatan Warga Tanggung Terhadap Diknas Kota Blitar Masih Taraf Mediasi

Kuasa Hukum Penggugat Moch. Alfariz (kiri), Kabag Hukum Kota Blitar Ahmad Tobroni (kanan)

Reading Time: 2 minutes

Kuasa Hukum Penggugat Moch. Alfariz (kiri), Kabag Hukum Kota Blitar Ahmad Tobroni (kanan)

Blitar, mediaputrabhayangkara.com  – Tiga warga Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar melalui Kuasa Hukumnya mengajukan sidang gugatan perkara perdata terhadap Pemerintah Kota Blitar Cq Dinas Pendidikan, perihal sengketa lahan pekarangan untuk pengembangan pendirian bangunan sekolah SMP Negeri 3, yang sebagian tanahnya adalah di klaim sebagai milik ahli warisnya.

Hal tersebut dikatakan salah satu Kuasa Hukum Penggugat 1, Penggugat 2, dan Penggugat 3 (ahli waris), Moch. Alfariz, SH kepada awak media di Pengadilan Negeri Blitar, Rabu (20/5/2020), bahwa “Para ahli waris tersebut kita dampingi untuk menggugat Pemerintah Kota Blitar, atas penguasaan lahan mereka (ahli waris) ini yang telah diaku sebagai tanah milik pemerintah Kota Blitar, sehingga dengan demikian Pemkot Blitar dengan leluasa untuk mendirikan bangunan dan perluasan Sekolahan di lahan yang dianggap milik mereka tersebut, namun dibalik itu semua mereka tidak menyadari atau memang disengaja, bahwa sebagian lahan yang mereka pakai itu ada yang punya, yaitu para penggugat ini,” tegas Alfariz, satu dari 4 pengacara penggugat.

“Oleh karena itu,” lanjut Alfariz, “untuk pembenarannya di pengadilan ini, kita menggugat pertama kepada Tergugat 1 yaitu Pemerintah Kota Blitar, yang mengajukan hak pakai lahan tersebut, kedua Kantor Pertanahan sebagai Turut tergugat, dan yang ketiga yaitu Penguasa Obyek Sengketa dalam hal ini Dinas Pendidikan”.

Ditempat yang sama, Kepala Bagian Hukum Kota Blitar Ahmad Tobroni, S.H mengatakan, “Perihal gugatan 3 warga Kelurahan Tanggung ini masih belum ke pokok perkara, masih mediasi, semoga dalam mediasi ini bisa menyamakan persepsi, sehingga ada titik temu, yang masing masing bisa saling menerima” pungkasnya singkat. (Hend/MPB)