Pedagang Ikan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos
9 Juni 2019
Kapitan Sultra : Banjir Yang Melanda Konut Bukan Merupakan Faktor Alam Semata
10 Juni 2019

KBPP Polri Kaltim Peduli Korban Banjir di Kota Samarinda

Mediaputrabhayangkara.com , Samarinda – Pengurus KBPP POLRI ( Keluarga Besar Putra-Putri Polri) Kalimantan timur, Standby di lokasi dalam upaya ikut membantu warga Samarinda yang terkena dampak Banjir. Hujan yang mengguyur kota Samarinda sejak Sabtu (8/6) malam hingga Minggu (9/6) pagi ini, membuat sebagian besar wilayah Kota Samarinda lumpuh tergenang banjir. Kawasan Lempake yang juga akses alternatif menuju bandara tergenang banjir bercampur pasir, serta lumpur.
Hanya kendaraan besar, seperti truk maupun mobil double cabin.

Jadi, bagi warga yang hendak ke bandara, Menuju simpang Alaya, karena petugas dari Kepolisian, TNI, Basarnas, hingga BPBD mengerahkan truk untuk mengantar warga ke Bandara APT Pranoto.

Situasi terkini warga yang ingin ke bandara numpang kendaraan Gas dan Truk TNI

Dari pantauan KBPP POLRI Kaltim, di simpang Alaya, terdapat sejumlah kendaraan yang dimerahkan, mulai dari truk Dalmas Sat Sabhara Polresta Samarinda, Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, Batalyon 611/Awang Long, Basarnas hingga BPBD.

Tidak hanya armada, sejumlah satuan maupun unit juga mengerahkan sejumlah personelnya untuk membantu warga.
Selain menjadi akses utama menuju bandara, Jalan DI Panjaitan juga akses penghubung antar kota, menuju Kutai Timur dan Bontang.
Akibat banjir, kemacetan tak terhindarkan, petugas saat ini memprioritaskan warga yang menuju bandara agar tidak ketinggalan pesawat.

Edi Anggota KBPP POLRI Kaltim

Edi, Pengurus KBPP POLRI Kota Samarinda Menyampaikan, situasi Banjir sesuai hasil informasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat lebih dari 2.327 jiwa terdampak banjir yang terjadi 3 hari terakhir. “Banjir terparah menggenangi kawasan Sempaja Timur Kecamatan Samarinda Utara.” tegas Edi KBPP POLRI.

Di Sempaja Timur, 102 permukiman tergenang banjir. Banjir dengan ketinggian bervariasi antara 25-75 centimeter itu, meliputi beberapa kawasan. Di antaranya, Perum Puspita, Bengkuring, Jalan Slada, Kastela, Pakis Haji, Pakis Merah, Terong Pipit, Asparagus, Bayam, Perum Griya Mukti dan Perum Bumi Sempaja. Selain di Kecamatan Samarinda Utara, banjir juga menerjang kawasan Gunung Lingai di Kecamatan, Sungai Pinang. Jumlah warga terdampak nasib terus di data.
Salah satu penyebabnya karena curah hujan yang masih tinggi, kawasan permukiman yang tergolong rendah bekas rawa.
Sehingga, lanjut dia, air belum bisa mengalir dengan baik ke saluran pembuangan. “Dari pengakuan Edi, biasanya air kering setelah seminggu,” ungkapnya.

Organisasi KBPP POLRI, dan sukarelawan lain bakal membantu mendirikan sebuah posko tanggap bencana di sekitar lokasi. KBPP POLRI Kaltim Melalui Ketua PD, H. Agus Heri kesuma, pihaknya sudah menghubungi anggotanya dan akan mengerahkan personel bergantian membantu warga terdampak 24 jam. Tidak hanya menjaga rumah dan barang milik warga yang ditinggalkan mengungsi, namun pihaknya juga turut serta dalam mengevakuasi warga.
“Kita fokus pengamanan, terutama rumah warga yang ditinggal mengungsi penghuninya.
(laporan : Edi KBPP POLRI / Priyono)