PLN UPDK Kendari, Salurkan Program CSR Senilai 741 Juta Tersebar di Kabupaten Kota Se-Sultra
19 Juli 2019
SIMAKLAH Sultra Protes Aktivitas Tambang Pasir di Morosi karena Haram
19 Juli 2019

Kesal Jalan Rusak, Ini Kata Warga

Reading Time: 2 minutes

Kondisi jalan yang rusak, masih menjadi problem utama bagi aktifitas masyarakat dikabupaten taliabu, terlebih bagi mereka yang berprofesi sebagai petani.

 

Selain badan jalan yang berlumpur, juga banyaknya badan jalan yang putus akibat banjir sehingga dibuat penyebrangan alternatif oleh oknum tertentu untuk meminta tarif.

 

Dari penelusuran media ini, ada 3 pos penyebrangan seadanya dengan patokan tarif yang lumayan besar untuk sekali melintas, disungai samada (desa Natangkuning) misalnya, sekali melintas dipatok dengan harga Rp.20000, itupun aliran sungai normal, tarifnya akan meningkat 5 kali lipat bila cuaca buruk atau airnya meluap. Selain besarnya tarif di sungai samada, masih ada 2 penyebrangan alternatif lainnya yang cukup membebani, yakni disanukong, desa Todoli, dan penyebrangan didesa Salati kecamatan Taliabu barat laut dengan tarif yang berfariatif sesuai keadaan alam.

 

Dengan kondisi seperti ini, membuat warga yang melintas semakin kesal. Mengapa tidak, terlepas dari biaya yang sudah dikeluarkan untuk membayar saat menyebrang, juga dihadapkan oleh badan jalan yang berlumpur dan susah dilalui sehingga mau tidak mau mereka harus mendorong kendaraan agar bisa lolos ke seberang.

 

Salah satu warga yang kami(jurnalis) jumpai saat melintas merasa geram usai menyelamatkan sepeda motornya disalah satu titik lumpur yang ada di jalur Todoli dan Natangkuning.

 

Sanis, yakni Warga yang berasal dari desa tolong ini mengaku kesal kepada pemerintah yang hanya membuat janji kesejahteraan kepada masyarakat tapi tidak pernah ditepati.

 

“Begini sudah kalau janji tinggal janji, jalan begi terus” ungkapnya kesal kepada media ini pada sabtu, 13/07/2019

 

Sanis juga berharap kepada pemerintah daerah agar segera merealisasikan janji membuat jalan lingkar Taliabu agar masyarakat sudah tidak lagi menguras tenaga kalau melakukan perjalanan.

 

“Saya berharap kepada pemerintah untuk segera membuat jalan, biar kita tidak susah lagi kalau lewat” tutupnya. (Deni)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *