Sambut HUT TNI ke-74, Polsek Beo Gelar Olahraga Bersama
4 Oktober 2019
Kepala Balai Karantina Pertanian Kls I Denpasar, Perkuat Kerjasama Pertahankan Bali Bebas ASF
4 Oktober 2019

MEJA REDAKSI: “Filosofi Burung Elang Untuk Pedoman Kehidupan Jurnalis”

Media Putra Bhayangkara – Saudara tentu sudah tahu bahwa elang memiliki pandangan yang sangat tajam. Dalam membidik mangsa, bahkan burung elang bisa melakukannya dari jarak puluhan kilometer. Kemampuan berburu elang juga didukung oleh kecepatan terbangnya yang mampu mencapai kecepatan 300 kilometer tiap jamnya. Jauh lebih cepat dari pacuan mobil. Itulah sebabnya elang termasuk kelompok hewan yang hampir selalu berhasil dalam hal berburu.

Kemampuan elang dalam berburu ini juga sekaligus bermakna untuk selalu fokus dalam menjalankan kehidupan. Fokus pada tujuan-tujuan yang ingin kita capai dengan mengerahkan segala kemampuan terbaik kita. Anggaplah bahwa tujuan akhir kita adalah sang mangsa bagi burung elang. Kerahkan usaha terbaikmu ya untuk mencapai mimpi itu!

*Tingkatkan potensi diri*

Elang suka terbang lebih tinggi karena semakin tinggi ia terbang, maka semakin kencang pergerakan angin yang ia dapatkan. ini bisa dimaknai sebagai proses perkembangan diri dalam kehidupan. Jangan merasa takut untuk selalu memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan merasa lelah untuk berusaha mencapai hal-hal yang lebih baik dari sebelumnya.

*Berkawan dengan badai*

Badai tentu memiliki hembusan angin yang lebih kencang dan hal ini sangat sesuai dengan kesukaan elang. Dalam hidup, seharusnya kita juga mampu berkawan dengan masalah. Badai harus ditaklukkan, bukan hanya bersikap tenang dalam menghadapi masalah, tapi juga menggali potensi positif di balik suatu masalah.

*Berdikari alias berdiri di atas khaki sendiri*

Elang lebih bisa memfokuskan daya penglihatannya jika terbang sendiri dibandingkan dengan terbang secara berkelompok. Kesendirian elang dalam terbang ini mengajarkan kita untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang mandiri. Baik dalam kondisi senang ataupun susah. Bukan dalam artian menjadi pribadi anti sosial saudara….! Sendiri disini dalam arti mandiri dan mampu menjalani kehidupan dengan kemampuan diri sendiri serta tidak menyusahkan orang lain.

*SETIA……*

Elang juga terkenal sebagai salah satu hewan yang setia kepada pasangan. Dari Meja Redaksi Media Putra Bhayangkara berpesan kepada anggota Khususnya media Putra Bhayangkara dari KBPP-POLRI serta pembaca media ini.

*Filosofinya adalah bahwa untuk mencapai suatu impian besar dalam hidup, Tetaplah *Setia* kepada Komitmen…!

kita memang perlu berkorban. Pencapaian dalam hidup kita juga pasti memiliki fase-fase yang sulit dan menyakitkan bagi diri kita.

Tapi percayalah, layaknya elang, setelah kesulitan akan ada kemudahan. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Salam setia… (Redaksi :*Pri/Andre*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *