Lepidak Sultra || Program Pamsimas Tahun Anggaran 2018 Sarat Dengan Penyimpangan
15 Mei 2019
Wagub Kepri Didampingi Istri dan OPD Gelar Safari Ramadhan ke Kec. Moro
15 Mei 2019

Menjaga Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai NKRI

Media Putra Bhayangkara.com, Segenap keluarga Laskar Pangeran Antasari Kalimatan Yang tergabung dalam persatuan Organisasi Masyarakat Asli Kalimantan (POAK). Mengadakan gelar pertemuan dengan diskusi tema menjaga Ukuwah Islamiyah dalam bingkai NKRI. di sekretariat Laskar Pangeran Antasari Kalimatan, JL. Blora, .Pasar Baru. Klandasan ilir. Kota Balikpapan.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Andin syamsir ketua POAK. Ketua Laskar Merah Putih kota Balikpapan, Laskar Pangeran Antasari Kalimatan Edy banjar ,Edy malinau, dan tokoh2 masyarakat Balikpapan. Acara dimulai dengan berbuka puasa serta sholat taraweh bersama

Dalam sambutan, Tuan Guru Farid Majedi, Tokoh Masyarakat Balikpapan, menyampaikan, “Mengingat seluruh manusia berasal dari Adam, yang diciptakan berbeda sebagai suatu keragaman, urgensi ukhuwah dalam membangun Indonesia di tengah keberagaman, bisa disikapi dengan meningkatkan ilmu pengetahuan maupun pemahaman agama, khususnya memandang suatu perbedaan sebagai hal positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mampu mengelola keragaman dan perbedaan dengan baik guna menciptakan rasa persaudaraan antar sesama. “Segala sesuatu itu ada levelnya, begitu pula dengan ilmu dan pemahaman manusia. Dengan tingkat pemahaman (Thabaqat) yang berbeda, juga akan menimbulkan berbagai sikap, bahkan penyakit hati seperti iri dan dengki,” terangnya.

Edi Banjar, ketua Dewan Pimpinan Cabang Laskar Pangeran Antasari, Balikpapan Kaltim

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Balikpapan. Laskar Pangeran Antasari Kalimatan Edy Banjar, menyampaikan, “Ukhuwah (rasa persaudaraan) merupakan faktor penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keragaman suku, agama, adat dan budaya yang ada di Indonesia. Melalui jalinan yang kuat antar sesama muslim bersama saudara sebangsa dan setanah air, dalam ikatan Bhinneka Tunggal Ika, akan mampu mengantisipasi bibit perpecahan yang bisa saja dihembuskan sejumlah pihak, yang ingin mengambil keuntungan dari kondisi tersebut. Hal ini hendaknya bisa dipahami dengan baik oleh umat muslim di Indonesia dan Balikpapan pada khususnya, agar tetap mengutamakan ukhuwah dan rasa kebersamaan, serta tidak dilemahkan berbagai isu yang belum tentu kebenarannya, hingga mengarah ke perpecahan dan bahkan berpotensi mengancam kesatuan utuh sebagai bangsa. Islam merupakan agama dengan umat terbesar di Indonesia. Maka kita harus cerdas agar tidak mudah termakan isu yang belum tentu kebenarannya, salah satunya dengan jalinan ukhuwah yang baik,” ungkapnya.

Seseorang juga dikatakan beriman jika mampu memahami perbedaan yang ada, di tengah peradaban dan kehidupan bermasyarakat, disamping menguasai lima kaitan hukum dalam Islam, yakni Fardhu, Sunnah, Mubah, Subhat dan Haram. Dengan kekuatan yang dimiliki, Islam tidak bisa diperangi dengan senjata, tapi bisa dilakukan dengan merusak peradaban umat itu sendiri untuk menghancurkan secara perlahan dan saling adu antar sesamanya. “Maka sadarilah hal itu sebagai perangkap yang luar biasa, marilah kita jaga persatuan. Kesatuan. Republik Indonesia ” pungkasnya. (Pri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *