Polairud Polda Kalbar Amankan Pengedar Narkotika Yang Manfaatkan Jalur Sungai, Uang 36 Juta Hasil Narkoba Disita
22 April 2020
Waspada Corona, Gubernur Ajak Hafidz Doakan Jatim
23 April 2020

Opini Redaksi MPB : Dalam Meliput Pendemi Virus Covid-19 Wartawan Mutlak Mendapat Perlindungan Hukum dari Negara & Masyarakat

Reading Time: 1 minute

Media Putra Bhayangkara, (23/4/20) – Wartawan juga kerap disamakan dengan prajurit militer yang selalu siap jika harus mencari atau meliput informasi seperti peristiwa bencana alam, kecelakaan atau meliput ke daerah konflik bahkan sampai bertugas ke medan perang atau ke zona bahaya.

Pahlawan informasi yang bertugas ke zona bahaya harus menjaga keselamatan.

Dari Meja Redaksi Media Putra Bhayangkara, mengajak seluruh Rekan – rekan seprofesi, saat ini bertugas meliput dan berada di tengah pendemi virus Covid-19, adalah meliput bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan pandemi Covid-19 adalah kategori bencana non alam.

Merujuk pada UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Wabah Covid-19 masuk dalam bencana non alam sebab diakibatkan oleh rangkaian peristiwa non alam berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Berarti meliput pendemi Covid-19 adalah meliput bencana. Liputan pandemi Covid-19 sama halnya dengan meliput bencana alam atau meliput pertempuran di medan perang. Semuanya sama-sama berbahaya bagi wartawan.

UU Pers

Profesi wartawan di Indonesia mendapat perlindungan hukum. Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik atau menyusun dan mencari berita. Reporter merupakan salah satu bagian dari profesi jurnalis. Perlindungan hukum atas reporter maupun profesi wartawan didasarkan pada Pasal 8 Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menyebutkan bahwa “dalam menjalankan fungsinya, jurnalis mendapat perlindungan hukum.”

Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara & masyarakat.

(Red.Priyono)