Gubenur Kepri Apresiasi Pansus LKPJ
14 Mei 2019
Kapolsek Wolo Dampingi Pihak Kehutanan Dan PT. CNI Dalam Peninjauan Lokasi
14 Mei 2019

Pelabuhan Rakyat di Taliabu Rusak Parah

Mediaputrabhayangkara.com, TALIABU – Kondisi salah satu tambatan perahu yang ada di Taliabu, tepatnya di Desa Tikong Kecamatan Taliabu Utara Kabupaten Pulau Taliabu Maluku Utara sangat memprihatinkan.

Pelabuhan rakyat yang dibangun sejak kurang lebih 10 tahun lalu itu nampaknya belum mendapat perhatian dari pihak yang terkait termasuk dari sahabandar setempat meskipun kondisinya bisa dikatakan sudah tak layak pakai.

Padahal, pelabuhan rakyat tersebut adalah salah satu akses bagi masyarakat Desa setempat dan sekitarnya yang mayoritas petani dalam memenuhi kebutuhan, baik untuk menjual hasil, maupun membeli atau mendapatkan kebutuhan di luar daerah, yakni ke Luwuk (Sulawesi Tengah) lewat kapal rakyat yang mengambil muatan ditempat ini.

Menurut warga, seharusnya ada perhatian khusus dari pemerintah, atau kepada pihak yang terkait terhadap kondisi pelabuhan rakyat yang ada di Desa Tikong. Sebab dengan kondisi yang ada, sewaktu waktu akan menjadi ancaman kepada warga atau pihak kapal sendiri ketika melakukan aktifitas bongkar muat di pelabuhan ini.

Dari keterangan yang dihimpun, dari sejumlah awak kapal, bahwa sering kali terjadi kecelakaan di pelabuhan tersebut ketika ada aktifitas bongkar muat, baik warga, juga sering kali ada hasil tani yang pernah jatuh ke air laut saat hendak dimuat kedalam kapal.
” Sudah berapa kali ada korban yang jatuh ke air laut karena papan sudah lapuk dan banyak yang sudah bolong karena papannya patah” jelas Ali

Keterangan lebih lanjut dari awak kapal lainnya, bahwa seharusnya pihak sahabandar sudah ada upaya dari awal untuk memperbaiki kerusakan dermaga rakyat yang ada, sebab setiap kapal selalu memenuhi kewajiban dalam melakukan pelayaran, yakni membayar administrasi pelayaran kepada sahabandar diwilayah kerja setempat sejumlah Rp. 200.000 dalam setiap kali pelayaran.

“Seharusnya sudah diperbaiki, karena pihak kapal selalu membayar saat berlayar,” Tutur salah satu awak kapal yang enggan namanya diberitakan saat ditemui media ini. (Deni R)