Dialog Interaktif Polisi Menyapa Dengan Tema Menciptakan Pilkada Aman, Damai Dan Sejuk Di Papua
10 September 2020
Kapolda Papua Pimpin Pembagian Ratusan Ribu Masker dan Ratusan Paket Sembako Secara Serentak Kepada Masyarakat Jayapura
10 September 2020

Penanganan Kasus Dugaan Pembunuhan an. Maresetia Gea Masih Tahap Penyelidikan di Polres Nias

Reading Time: 2 minutes

Nias utara – Media Putra Bhayangkara. Hilangnya Bocah umur 8 tahun ini, An Maresetia Gea, diketahui terakhir kalinya diajak oleh paman kandungnya sendiri Sozaro Zega tanpa persetujuan ibu kandungnya korban an. Samaria Zega alias Ina Dana.

Bocah malang ini dinyatakan hilang pada tanggal 25 Juli 2020 sekira pukul 21.00 WIB. Sesuai penuturan ibu korban, kepada awak media, saudaranya harus mengklaim bertanggung jawab atas hilangnya korban an. Maresetia Gea dan diduga kuat korban dibunuh oleh paman kandungnya sendiri yang yang berdasarkan ancaman yang didengarkan langsung oleh ibu korban dari saudaranya sendiri An. Sozaro Zega yang menyatakan dalam bahasa Nias “ko’o ko’o Jimateu, Alu alui gataya’ôu andô wa’alua khôu daa Bôrô melô ôkaoni ndaaga Me’ôbe’e Nihalô Nonou” yang artinya dalam bahasa indonesia “kubur mayat keluargamu, cari kehilanganmu makanya hal ini terjadi kepadamu karena kau tidak mengundang kami di pesta anakmu”
(Kamis/10/09/2020).

Dilanjutkan penuturan oleh ibu korban bersama saksi yang terekam Video telepon genggam yang dimana pada saat itu terduga an. Sozaro Zega yang tidak lain paman kandung korban sendiri setelah menyampaikan ancaman tersebut tidak melakukan pencarian malah memilih tidur dan begitu juga esok harinya tidak sama sekali melakukan pencarian.

Dari kronolgis kejadian tersebut telah dibuat Dumas yang ditunjukkan langsung kepada Kapolres Nias, Kamis/01/08/2020. Adapun perihal didalam dumas tersebut yakni “Memohon perlindungan Hukum yang seadil adilnya serta atensi terhadap proses hukum yang transparan atas kejadian yang menimpa keluarga kami, untuk mengungkap hilangnya anak kami atas nama Maresetia Gea, yang kami duga secara sengaja dihilangkan nyawanya oleh paman Kandungnya sendiri an. Sozaro Zega alias Ama Tia warga desa hilisaloo kecamatan sitolu ori kabupaten Nias utara.

Dan saat itu pihak polres Nias langsung turun untuk Olah TKP di tempat kejadian desa hilisaloo selama 3 (tiga) hari berturut turut dan baru tanggal 06 Agustus dipanggil ayah dan ibu korban untuk dimintai keterangannya sehubungan telah hilangnya anak mereka An Maresetia Gea.

Sejak saat itu sampai turunnya pemberitaan baik di media Visual maupun di media Online tidak ada langkah langkah dan tindakan yang dilakukan oleh pihak polres Nias dalam mengungkap kasus tersebut dengan alasan yang tidak diketahui oleh pihak keluarga korban. Pernyataan pihak keluarga korban An Foriman Zega.

Sehubungan tidak adanya berita atau informasi dari pihak penyidik maka ayah dan ibu korban bersama Keluarga mendatangi Polres Nias pada hari Rabu 2 September 2020 untuk mempertanyakan kelanjutan proses hukum atas kehilangan anak mereka yang dimana saat itu ibu korban secara Histeris menangis sambil memegang foto anaknya. dan menurut pernyataan penyidik pada saat itu mereka sudah berupaya dan sedang melakukan menyelidikan. Ungkap Foriman Zega.

Dan kemudian baru pada tanggal 7 september 2020 pihak penyidik polres Nias memberikan surat pemanggilan saksi sebanyak 4 orang. Dimana dua orang yang diambil keterangan pada tanggal 10 september 2020 dan dilanjutkan esok harinya pada tanggal 11 september 2020. Tutur Foriman Zega.

Kedua orangtua korban dan bersama keluarga berharap proses mengungkap kehilangan korban an.Maresetia Gea secepatnya terang benderan dan sekaligus pihak keluarga telah memohon kesediaan LSM GMBI Wilter kepulauan Nias untuk mendampingi dan mengawal proses Hukum sesuai yang berlaku di NKRI. (Dhony Hulu)