KPK BERSAMA PEMERITAH KOTA PROBOLINGGO ROAD SHOW
7 Agustus 2019
MARAKNYA TAMBANG GALIAN C ILEGAL DI DESA KOMPONG KECATAMAN PITUMPANUA KABUPATEN WAJO SULAWESI SELATAN
10 Agustus 2019

PENGELOLAAN DANA MUSERBANG DI KELURAHAN SEMBUNG HARJO

Semarang, mediaputrabhayangkara – Majunya sebuah pembangunan di karenakan dari pimpinan seorang pimpinan yang bijak dan berdedikasi menjadikan majunya negeri. Contohnya dari pemerintahan terkecil Kelurahan.

Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang Jawa Tengah, yang terdiri dari 10 Rw, 71 Rt, dengan masing masing RW ada satu titik pembangunan. “Terkait nanti diletakan di Rt mana akan disesuaikan hasil musawarah regu keluarga yang diangkat ke tingkat rembukan dan alhamdulillah berjalan dengan baik” tutur Roihan Lurah Sembungharjo pada wartawan di kantornya kamis, 8/8/2019

Menurut Roihan, tinggal bagaimana masyarakat nanti menerima dan merawat, sehingga berjalan pembangunan itu betul betul berjalan dengan baik, sehingga warga bisa merasakan manfaat nya, Misalkan 10 Rw ya 10 titik pembangun desa sembung harjo”
katanya.

Ketika di singgung terkait dengan pelayanan publik, “Alhamdulillah berjalan dengan lancar setiap warga minta surat surat dikelurahan dengan persyaratan pengantar RT RW dihimbau dengan membawa PBB lunas sesuai dengan kebutuhaan mereka apa yang masyarakat minta pihaknya akan arahkan, “Kalau KTP dia membawa KK pengantar RT RW lansung ke kecamatan disitu udah ada perwakilan nya yg dari capil, kalau kelahiran juga sama kita disini melayani dengan senyum mesra, alias gratis, masyarakat harus paham pembangunan itu sangatlah penting sehingga warga masyarakat perlu terlibat menikmati dan juga melestarikan dengan hasil hasil pembangunan itu” paparnya

Dalam melaksanakan pembangunan wajib masyarakat mengerti bahwa pembangunan itu sangat penting. Kadang masyarakat itu susah susah membangun tapi tidak mau merawat, sehingga kadang kadang tonase, kendaraan besar itu semaunya melewati nanti kalau sudah rusak minta yang baru atau komplen seharusnya tidak seperti itu didalam alur lalu lintas kan bisa dikendalikan sehingga tidak terjadi pemborosan, semua itu tanggung jawab masyarakat dan kita semua sehingga dari setelah pembangunan itu selesai masyrakat betul betul memiliki bahwa jalan ini milik kita bersama bahwa ini jalan kita bahwa ini saluran kita yang harus dilestarikan, kedepan nya diharapkaan ada nya ke sejahteraan warga dan mayarakat bisa turun.

Terkait dengan anggaran tahun 2019 dana muserbank, menurut Roihan Lurah Sembung yang selalu ramah dengan wartawan mengatakan “Bahwa Nilai total nya itu kurang lebih 2019 total Rp. 800 juta lebih, sedang nantinya tahun depan di harapkan bisa kurang lebihnya sekitaran Rp. 1 miliar.
Nanti kepada titik titik yang telah dimusyawarahkan” ujarnya.

Saat di tanya rencana pembangunan dimana lagi titik titik, “Kembali lagi masing masing, RW ada 1 titik dari fasilitasi kecamatan nanti juga ada 1 jadi itu sudah bergulir dari tahun ketahun gitu ada juga dari RW yang sudah mapan itu betul betul bisa di fokus tidak giliran dan yang biasa bergiliran seperti sekarang RT 4 dan besok RT 5 intinya bergiliran itu sudah kesepakatan mereka kita kelurahaan LPMK menjembatani” pungkas Lurah yang sudah menjabat di Kelurahan Sembungharjo dari 2017 sampai sekarang ini. (Viosari)