RS Darurat Covid 19 Kendal Senilai Rp. 2,4 Miliar Masih kosong Pasien
3 Mei 2020
11 Pejabat Baru Eselon III dan IV Disbudpar Jatim Mulai 4 Mei Unjuk Kinerja
3 Mei 2020
1

Saksi Sejarah Ungkap Semangatkan Peristiwa 1 Mei di Papua

Reading Time: 2 minutes

Papua_ mediaputrabhayangkara.com Indonesia. Seluruh masyarakat di Papua sudah tidak ada lagi yang mempermasalahkan barang itu (hari aneksasi). Ya, ini Papua dan sa mau hidup dengan cara yang baik, Semua sudah difasilitasi, tinggal tong mau jalan atau berdiam diri, itu saja.

Kalimat tersebut terlontar dari seorang mama-mama Papua yang tengah berjualan buah pinang di bilangan pasar Youtefa Jayapura.

Tahun berlalu, keresahan masyarakat di Papua terus dihantui oleh berbagai propaganda kelompok separatis yang secara sadar memutar balikkan fakta terkait tanggal 1 Mei. Sejatinya saat ini seluruh masyarakat di Papua telah berangsur sadar. Menurut masyarakat umum di Papua, saat ini mereka lebih cenderung berpikir untuk meningkatkan taraf hidup dan bukan berdiam diri karena hasutan yang tidak jelas sumbernya oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan pribadi.

Kelompok ULMWP, KNPB, dan berbagai aliansi mahasiswa Papua misalnya, mereka dengan masif melakukan provokasi sejarah pada 1 Mei yang di klaim sebagai hari aneksasi atau pencaplokasi Papua oleh NKRI. Mereka menggiring pengaburan sejarah kepada masyarakat untuk tujuan kepentingan kelompok mereka.

Dibandingkan dengan para pendahulunya, ketiga organisasi tersebut tidaklah sebanding dengan perjuangan rakyat Papua pada masa lampau. Ramses Ohee misalnya, ia adalah saksi hidup perjuangan Papua. Ohee menegaskan bahwa Papua saat ini sudah final dan sah berintegrasi kepada NKRI.

Jika ada propaganda yang menyebutkan tidak ada perwakilan Papua yang dilibatkan dalam perjanjian, maka itu adalah salah besar. Ramses mengaku bahwa dirinya selalu menjadi jembatan antara masyarakat Papua dengan para petinggi Indoensia kala itu.

“sejarah jangan diputarbalikkan, kami orang-orang tua, pejuang Pepera adalah saksi dimana 1.026 pejuang kita sebagai perwakilan dari seluruh Papua dan Papua Barat menyatakan bergabung dengan NKRI melalui forum penenuan pendapat rakyat,” ujar Ramses.

Ramses mengatakan bahwa seluruh rakyat Papua harus bisa bersyukur atas kemerdekaan yang sudah kita rasakan saat ini. Hargai para leluhur, kita harus paham pengorbanan yang telah mereka pertaruhkan untuk menjadikan Papua yang saat ini ada.

“kita patut bersyukur karena anak-anak saya, cucu-cucu saya telah mudah dalam mengejar pendidikan, mereka bisa fokus dalam berkehidupan secara layak,” kata dia.

Diakhir kalimatnya, Ramses menegaskan bahwa seluruh elemen di Papua harus melawan kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Semangat Irian adalah kondisi Papua yang sekarang, yang telah menjadi satu dalam keutuhan NKRI. ( Arif )