Jelang Pilkada 2020, Wakapolres Blora Imbau Warga Tetap Jaga Persatuan
18 November 2020
Pelaksana Pembangunan: Jalan Setapak Desa Galang Yang Kami Kerjakan Milik Serly
18 November 2020

Seorang Polisi “Fadil Imron” Menjadi Mimpi Buruk Bagi Rizieq Shihab

Reading Time: 3 minutes

Oleh : Brijend Pol (P) Drs.Suswandi

Jakarta | Mediaputrabayangkara.com – Arogansi Rizieq Shihab dan euforia pendukungnya nampaknya tak akan berlangsung lama. Pelarian berbagai kasus yang diekstradisi Kerajaan Arab Saudi ini akan menghadapi mimpi buruk dengan kedatangan Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Pol H. Muhammad Fadil Imran.

Sebab, ditahun 2017, Fadil Imran lah seorang polisi yang membongkar chatting mesumnya dengan Firza Husen. Saat itu Fadil masih menjadi Direktur Cybercrime Polri, kini Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menunjuk Irjen Pol Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Nana Sudjana, Rabu (18/11/2020).

Mohammad Fadil Imran, lulusan Akpol Angkatan 1991 digeser dari Jawa Timur ke ibukota. diakpol 1991, Fadil Imran satu angkatan dengan Brigjen Krishna Murti, Karomisinter Divhubinter Polri) dan Muhammad Iqbal, Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Brigjen Prasetyo Utomo, Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, yang “terpeleset” kasus Djoko Tjandra.

Fadil Imran, Polisi reserse kelahiran Ujung pandang ini menjabat Kapolda Jatim sejak Jumat, 8 Mei 2020 lalu. Dirinya menggantikan Irjen Pol Luki Hermawan yang dipromosikan sebagai wakalemdiklat Polri, tak perlu setahun bagi jendral bintang dua berusia 52 tahun, yang berotak cemerlang ini untuk kembali ke ibukota dan menempati posisi Metro 01.

Fadil menangani kasus “chat” mesum yang menjerat Muhammad Rizieq Shihab dan janda molek bernama Firza Husein saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, 2017.

Terkait chat mesum, Rizieq Shihab dan Firza, Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, di bawah pimpinan Fadil, sudah menetapkan keduanya sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara.

Keduanya, dipersangkakan dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Serta Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Namun – pada 2018 Polda Metro Jaya menghentikan penyidikan kasus chat mesum yang menjerat dua sejoli itu. Ketika itu, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal, menjelaskan alasan penyidik menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 lantaran belum berhasil menemukan pelaku pengunggah foto tangkapan layar berisi chat mesum yang diduga antara Rizieq dan Firza.

“Ada permintaan resmi dari pengacara untuk di-SP3, lewat surat. Setelah itu dilakukan gelar perkara. Maka kasus tersebut dihentikan karena menurut penyidik kasus tersebut belum ditemukan pengunggah (peng-upload) nya,” kata Iqbal kepada wartawan, Sabtu (16/6/2018) silam.

Pada Februari 2018, Fadil Imran juga berhasil membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir Muslim Cyber Army (MCA) yang giat menyebar hoaks.

Kini kehadirannya kembali ke ibukota semoga menuntaskan kasus mesum yang terbengekelai dan melibatkan sosok besar penganjur “revolusi moral” Itu.

IRJEN Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si. banyak melewati pengalaman di reserse kriminal. Dia meraih doktor dengan predikat ‘Cumlaude’ di Universitas Indonesia (UI) lewat disertasi tentang mutilasi.

Pria kelahiran 14 Agustus 1968 ini,
mengawali karier cemerlang sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tak lama berselang, ia menjadi Kapolres KP3 Tanjung Priok, tahun 2008. Selanjutnya, Fadil menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2009. Sempat bertugas di Kepri.

Tahun 2013 dia kembali ke ibukota dan menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat (2013) dimana pada masa jabatannya itu, dengan ‘Team Pemburu Preman’-nya Fadil sukses membekuk biang preman yang ditakuti di Ibu Kota yaitu Hercules Cs.

Pria berpenampilan kalm ini gampang akrab dan suka humor. Semasa masih bintang satu, ayah dari dua putri ini suka dipanggil ‘Abang’ saja. Bang Fadil. Entahlah setelah jadi jendral bintang dua kini.

“Sebenarnya saya ini orang Solo, ” katanya dalam obrolan santai dengan rekan rekan media di redaksi tempat saya bekerja, beberapa tahun lalu.

Sadar dikelilingi orang Jawa, dan presidennya orang Solo, mendadak dia menyebut dirinya asal Solo.

“Solo mana, Bang? ” tanya seorang teman.”Ya, Solowesi, Selorohnya…”
(Supriyanto Martosuwito/Red.MPB : BJP.Siswandi /Pri/Yud )