Babinsa Nusukan Lakukan Pendampingan Pasar murah dan Sosialisasi Virus Corona
20 Maret 2020
Illegal Mining di Kukar Marak, Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Kaltim Ancam Tindak Tegas Jika Tak Miliki IUP
20 Maret 2020

Soal Warga Jembayan Tengah Meninggal Tersengat Listrik, Polisi : Belum Ada Laporan

Lokasi pembangunan yang merenggut nyawa korban

Reading Time: 2 minutes

Lokasi pembangunan yang merenggut nyawa korban

Kutai Kartanegara, MPB – Kejadian tragis menimpa Aldi (16) warga RT. 6 Dusun Tudungan Desa Jembayan Tengah Kecamatan Loa Kulu yang meninggal dunia akibat tersengat listrik.

Kejadian naas itu bermula Nyoman (65) Ketua RT. 6 Dusun Tudungan memasang lampu untuk penerangan kerja malam saat perbaikan Musolla, dengan menggunakan kabel seadanya yaitu kabel bekas blasting batubara yang sebagian kulitnya sudah mengelupas dipasang tanpa penyangga tiang sehingga kabel yang teraliri listrik menjalar begitu saja, Sabtu (7/3/2020) malam sekitar pukul 20.00 WITA.

Aldi yang saat itu ikut gotong royong bekerja lembur perbaikan Musolla yang mendapat bantuan dana CSR dari perusahaan Batubara PT. MHU. Diperikirakan malam itu dia mengaduk batu, pasir dan semen kurang lebih tiga (3) molen. Saat itu Marsuto bagian ngecor di atas, saat hendak turun tiba -tiba melihat Aldi sudah tergeletak lemas dengan luka di dada akibat sengatan listrik, kejadian diperkiran pukul 23.00 wita.

Dengan sigap dan cepat warga segera melakukan pertolongan, dengan cara korban dimasukan kedalam sarung rangkap dua dan diturunkan pelan-pelan, korban langsung dilarikan ke rumah Sakit, namun sayang nyawa Aldi tak bisa diselamatkan hingga meninggal dunia dalam perjalanan.

Menurut keterangan Kepala Desa Jembayan Tengah Rohimin mengatakan, pihaknya mendengar kabar pertama bukan dari Ketua RT malah dari warga keesokan hari jelang waktu tahlilan.

“Musibah ini tak ada unsur sengaja, masalah kabel yang sudah usang itu faktor keadaan darurat bahan, sehingga asal kabel saja yang ada.Lagi pula pihak keluarga sudah terima tidak menuntut,” ungkap Kades Rohimin saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (20/03).

Kapolsek Loa Kulu Iptu Pol. Aksanuddin Adam saat dikonfirmasi melalui Waka Polsek Iptu Pol Widadi mengaku kaget baru mendengar informasi kejadian ini setelah 1 minggu karena tidak ada laporan baik dari masyarakat maupun anggotanya BabinKamtibmas yang ditugaskan di desa itu.

Menurut salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya, sangat menyayangkan sikap Ketua RT yang tidak segera melaporkan kejadian warganya musibah kepada Kepala Desa dan Babinkamtibmas, sehingga kejadian ini belum ada pihak Kepolisian turun untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sementara itu, Misnanto warga setempat yang ikut bekerja perbaikan Musolla mengatakan, Almarhum dimata warga semasa hidup Almarhum dikenal anak soleh pendiam, sopan hampir setiap hari mengumandangkan adzan di Musolla dan rencananya juga akan diikutkan Lomba MTQ. (Budi Untoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *