Kabupaten Padang Pariaman Telah Persiapkan E-meeting dan Tanda Tangan Elektronik Antisipasi Tetap Jalanya Pemerintahan
25 Maret 2020
Cegah Corona, Kapolres Malaka Tangkap WNA Ilegal Asal Tiles
25 Maret 2020

Tim Resmob Polda Sulut Bersama Satgas Gakkum Ops Nemangkawi Amankan Jual Beli Senpi ilegal asal Pilipina

Reading Time: 2 minutes

Sulut, MPB – 2 warga yang diduga melakukan praktek jua beli senjata api dan amunisi ilegal di amankan oleh Satgas Gakkum Ops Nemangkawi bersama Tim Resmob Ditreskrimum Polda Sulut.

Kuat dugaan senjata api dan amunisi ilegal itu di peroleh dari Filipina yang masuk ke Sulut dan akan di bawa ke Papua.

Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Trisulastoto Prasetyo Utomo, SIK didampingi Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, SIK dalam kesempatan press conference di Mapolda Sulut pada Selasa (24/3/2020) sore,

Mengatakan bahwa kedua warga masing-masing lelaki berinisal FR (34) warga Manado dan lelaki RI (22) warga Manokwari ini, diamankan pada hari Senin (23/3/2020) pukul 20.30 Wita.

Satgas Gakkum Ops Nemangkawi bersama Resmob Polda Sulut dipimpin Iptu Batara Indra Aditya, Sik melakukan Penangkapan terhadap Lelaki FR (34) di kediamannya di Kel. Bailang Lingk 3 Kec. Bunaken Kota Manado serta mengamankan 2 (dua) orang saksi penjualan Senjata api dan amunisi ilegal atas nama Lelaki RK dan lelaki RoK.

Dan pada pukul 23.30 Wita Satgas Gakkum Ops Nemangkawi dipimpin Akp Zacharia bersama Resmob Polda Sulut dipimpin Iptu Batara Indra Aditya, Sik melakukan Penangkapan terhadap lelaki RI di Kec. Wanea Kota Manado dan berhasil mengamankan barang bukti 1 (satu) pucuk Senpi dan 1 (satu) butir aminisi 9mm yang disimpan dengan cara dibungkus dengan lakban hitam.

Kedua tersangka ini memiliki perannya masing2 lelaki FR (34) berperan sebagai penjual dan juga sebagai pemesan senjata api dan amunisi ilegal dari Filipina.Sedangkan lelaki RI (22) sebagai pembeli senjata api dan amunisi ilegal tersebut.

Selain itu juga, di tangan tersangka ini turut di amankan 8 (delapan) unit Hp berbagai jenis dan 1 buah buku tabungan BRI a.n RI beserta kartu Atm.

Lanjut Dirreskrimum, bahwa kedua tersangka ini dalam proses pemeriksaan dan masih pengembangan, dan mereka para tersangka ini akan di jerat dengan Pasal 1 (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12/DRT/1951, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun penjara. (jHe23/Sulut)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *