Sat Narkoba Polresta Denpasar Bersama Satgas CTOC Polda Bali, Tangkap Warga Rusia
8 Oktober 2019
Pokmas Pakunden Mulai Kerjakan Bantuan Sosial Pemprov Jatim
8 Oktober 2019

Bupati Konsel Membuka Kegiatan Pengembangan Pelatihan Masyarakat Produktif Kawasan Terpadu

H. Surunuddin Dangga. Bupati Konawe Selatan

H. Surunuddin Dangga. Bupati Konawe Selatan

 

Mediaputrabhayangkara.com,- Konsel (Sultra),- Pengembangan Pelatihan Masyarakat Produktif Kawasan Terpadu melaksanakan tahap konseptualisasi dimana akan mempertemukan para stakeholder guna bersama-sama menyusun rencana aksi yang akan ditindaklanjuti pada tahapan implementasi yang di laksanakan di Hotel Wonua Monapa, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Privinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (08/10).

 

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Bapak Bupati Konsel H.Surunuddin Dangga,ST.,MM didampingi Kadis Nakertrans Kabupaten Konawe Selatan H. Saala, Dra Andi Asriani Kokke, MM Kepala Balai Peningkatan Produktifitas Kendari, DR H. Saemu Alwi, SE, MS Kadis Nakrtrans Prov, Ajen Kurniawan, SS, MM Kasi Pengembangan Sistem dan Metode Produktivitas Kemenaker, Kadis Perindak Sitti Chadijjah, Kadis Perikanan dan Kelautan Irwan H. Silondae, dan Kadis Perumahan Ainal, ST.

 

Dalam sambutannya Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini sangat penting demi kemajuan daerah kita kedepannya, karena kita sekarang lagi berpikir keras bagaimana mengembangkan daerah dengan berbagai macam kekayaan alam, berbagai macam potensi yang ada  sehingga bisa menjadikan bahan untuk kesejahteraan masyarakat”.

 

“Pengembangan Konsel ini berdasarkan kawasan secara terpadu, sehingga dengan kawasan akan muncul produk-produk unggulan, namun untuk memunculkan produk unggulan ini tentu membutuhkan pelatihan, butuh ilmu, cara produktivitas yang baik, produksi yang baik”, ucap Bupati Konsel dalam sambutannya

 

“Alhamdulillah kemarin kami sudah menandatangani dengan Dirjen di Jakarta kerjasama yang bertujuan dalam rangka mengarahkan, karena kita tidak bisa lagi mengharapkan produk-produk yang secara turun temurun tidak mengetahui kebutuhan pasar yang ada sekarang ini, sehingga kebutuhan-kebutuhan yang melimpah nilai tambahnya tidak ada buat kita sehingga harganya di beli semurah mungkin, maka dengan itu saya minta kepada para Kadis dan para pejabat ekselon tehknis dengan adanya produk unggulan ini supaya ditingkatkan produksinya, produktivitasnya dan sesuai kehendak pasar, kita akan berusaha ciptakan pengusaha-pengusaha yang bukan hanya petani atau penggarap yang tentunya untuk menjadi pengusaha prodiktivitas sangat diperlukan”.

 

Lanjut Surunuddin, “Akhir-akhir ini kita sangat genjar untuk mendorong bagaimana menciptakan usaha-usaha dari yang tradisional supaya bisa menjadi trend. Insya Allah besok saya akan membuka lagi Ekonomi Kreatif Anak-Anak Muda dan itu sudah ada yang mendaftar kurang lebih 100 orang, Alhamdulillah sudah ada yang mediasi”.

 

“Pengembangan ekonomi Konawe Selatan ini mulai mengarah kepada pengembangan daerah berdasarkan kawasan dengan melahirkan produk-produk unggulan yang bisa menjadi kekuatan sebagai penggerak ekonomi, selain itu kita juga mulai mendorong anak-anak muda untuk mulai berkreasi menciptakan ekonomi kreatif seperti memproduksi alat-alat animasi untuk PAUD jadi itu tidak perlu lagi membeli di Jakarta karena di Konsel ini sudah ada. Tentunya ini semua diharapkan kerjasama terutama dari Depnaker dari Provinsi”, terangnya

 

“Masyarakat sekarang sudah mandiri bisa membuat pupuk sendiri ini semua karena kerjasama dengan BI yang sudah membina petani agro, harapan saya BI bisa lagi melanjutkan di tempat lain”, tambahnya

 

“Akhir-akhir saya selalu mencari mitra-mitra dari luar karena kita kekurangan uang, Alhamdulillah juga Madani sudah membina usaha-usaha kreatif, Toko Pedia sudah mulai masuk juga, kemarin beberapa pengusaha juga antara lain Indomaret, Alfamidi dan itu nanti bukan hanya menjual produksinya saja akan tetapi menjual juga produksi Konawe Selatan”, urainya

 

“Dengan masuknya dari Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas ini saya harapkan bukan cuma kali ini saja supaya kita bisa petakan dari Kabupaten baru nanti disampaikan ke Provinsi dan Dirjen, seperti baru-baru ini kita sudah tetapkan lagi kawasan pertumbuhan nasional di Tinanggea dengan tiga unggulan yakni, rumput laut, tambak udang dan kelapa, dan itu sudah ada investor yang akan membuat pabrik yang sekaligus akan membeli hasil produksi masyarakat, jadi pengembangan kawasan ini akan kami coba arahkan sesuai potensi daerah apa saja yang cocok”.

 

Lebih lanjut Surunuddin menjelaskan, “Konawe Selatan ini sudah masuk salah satu kabupaten berbasis elektronik jadi semua transaksi pembayaran sudah uang tunai, dan Insya Allah nanti setelah jaringan sudah bagus semua laporan dan sebagainya akan berbasis internet semua, namun semua itu harus sesuai kemampuan kita, jadi peningkatan kapasitas ini bukan hanya kepada petani ataupun kelompok tetapi juga kepada kita semua, seperti para camat”.

 

“Pelatihan-pelatihan seperti ini yang dulu mungkin kita tidak kondusifkan maka hari ini menjadi salah satu agenda utama Konawe Selatan, karena selama dua tahun saya menggenjot menurunkan angka kemiskinan dan Alhamdulillah sudah turun banyak, akan tetapi kalau hanya turun tanpa peningkatan produksi masyarakat dan peningkatan ekonomi maka akan kembali miskin lagi, untuk itu dengan melalui pembinaa pelatihan ini masyarakat bisa meningkatkan prekonomiannya”, tutup Surunuddin mengakhiri sambutannya. (Hasan.B)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *