Masjid An-Nur Dukupuntang Kabupaten Cirebon Dibangun DKM Hasil Dari Usaha Mandiri
17 Oktober 2020
Gelar Rapat Paripurna Bersama DPRD, Pemda Konsel Sampaikan Jawaban Atas Raperda APBD-P TA 2020
17 Oktober 2020

Dari Catatan Kunjungan Kangen Kabid Humas Polda NTB Bersama Wartawan, Polres Lotara Rencanakan Literasi Digital Goes To School

Reading Time: 3 minutes
Kabid Humas Polda NTB (Kanan) Kombes. Artanto, S.I.K Didampingi (Kiri) Kapolres Lombok Utara AKBP. Fery Jaya Satriansah, S.I.K Di acara Kunjung Kangen Bersama Wartawan di Hotel Mina, Kec.Tanjung

KLU,mediaputerabhayangakara.com—Kabid Humas Kombes, Artanto, S.I.K Gelar Kunjung Kangen dengan sejumlah insan pers Lombok Utara, kunjungan ini disebutnya sebagai upaya membangun sinergitas dan kemitraan. Kunjung Kangen ini bertempat di Hotel Mina, Tanjung Lombok Utara.

Hingga berita ini dirilis, Sabtu (17/10/2020) dalam penyampaiannya, Artanto menjelaskan bahwa keberadaan media atau wartawan sangat penting dalam kemitraan dengan kepolisian terlebih kian meningkatnya jumlah media di era digital ini yang serba cepat sehingga perlu invoasi untuk memberikan pengetahuan etika menulis.

“Keberadaan media cukup dibutuhkan guna membantu kinerja kepolisian, hitam putihnya Kepolisian ada ditangan rekan media. Sisi lain yang dijadikan enggel pada kegiatan kepolisian (-red) seperti ban bocor atau kondisi kendaraan yang kotor ketika kegiatan patroli bisa menjadi presedent buruk kepolisian, ini kita tidak mau sehingga sinergitas media dengan kepolisian sangat penting,” ujar Artanto yang didampingi Kapolres Lombok Utara, AKBP Fery JS.

Tugas Wartawan diakuinya cukup berat, pasalnya bagi Wartawan dimedia menstream prinsif Chak and Balance wajib dilakukan guna menjaga akurasi pemberitaan,” saya kerap ditanya sejumlah wartawan hanya mencari kebenaran soal Tempat Kejadian Perkara (TKP) ketika saya jawab benar selesai sudah kegundahan tersebut”, urainya seraya gelak tawa riuh dari awak media lainnya.

Lebih jauh, dirinya menegasakan Wartawan sebagai sosial control dan bagian dari pilar demokrasi, keberadaan insan pers sangat penting peranannya dalam mengedukasi pembaca pula dalam menjaga kondusifitas daerah melalui pemberitaan yang positif dan tidak mengada ada.

“Berita yang berkualitas selalu mengedepankan Etika Jurnalisitk dan azas coverboodside dan yang tidak kalah penting adalah mengedepankan Kode Etik Perasaan”, tambanya.

Ia mengharapkan, kemitraan kepolisian dengan media bisa terus saling mengisi. Sebab, tidak bisa terpisahkan kemitraan antara kepolisian dengan media. Terutama, sambung Artanto, di lapangan.

“Rekan wartawan juga secara tidak langsung bermain intelijen di media social melalui berita-beritanya, yang juga bisa menggiring opini. Maka kami harapkan agar rekan media bisa turut andil me-counter berita-berita hoax yang muncul,” pesan pria yang pernah lama bertugas di Padang tersebut.

Sementara itu ditengah dialog, muncul diskusi terkait overlose penggunaan mediasosial Facebook baru baru ini oleh salah satu remaja yang berdampak hukum akibat tulisan dikolom komentar pada salah satu akun palsu dengan memuat konten Hoax.

Terhadap hal tersebut, salah satu perwakilan wartawan Hery Mahardiaka yang juga ketua Devisi Hukum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) KLU menyebutnya sebagai kegelisahan, Hery yang saat ini menempuh mageister Hukumnya penomena itu kian marak dikalangan remaja.

Foto Bersama Kabid Humas Polda NTB, Kapolres Lotara dengan Sejumlah Awak Media di Hotel Mina Kec. Tanjung

Dirinya berharap, sedini mungkin Kepolisian diharapkan memperogramkan literasi digital terhadap anak anak sekolah mulai SMP dan SMA karena di KLU sendiri menurut Hary pengguna media sosial jenis FB cukup masif dikalangan tersebut, tuturnya.

Diwaktu yang sama Danu Winata ketua forum wartawan Lombok Utara (FWLU) menyampaikan rasa terima kasih kepada kepolisian atas kemitraan yang tetap terbangun meskpiun dengan segala kompleksitasnya.

“Rekan wratawan biasanya dilapangan berjibaku dengan waktu, selebihnya tetap mengedapankan Kode Etik. Kami jujur saja, keberadaan informasi hoax yang berseliweran di medsos juga sangat merugikan media. Karena seringkali pembaca atau netizen menganggap itu sebuah berita padahal bukan sama sekali produk jurnalistik,” ujarnya.

Danu juga berharap, terutama pada masa pilkada ini agar atensi kepolisian untuk mencegah hal-hal provokatif baik di medsos maupun di lapangan, karena informasi bukan tentu berita tetapi berita sudah barang pasti adalah informasi, jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Artanto menghimbau Kapolres Lombok Utara AKBP, Fery Jaya Satriansah, S.I.K sesegeranya memperogrmakan literasi digital tersebut dengan melibatkan para pakar termasuk rekan wartawan.

Selain itu program literasi digital ini nantinya menggandeng Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim),”upayakan literasi digital ini cepat digelar ke siswa SMP dan SMA libatkan para pakar termasuk rekan media untuk mengisi materi literasi dan Reskrim nanti pada aspek dampak hukumnya,” pungkasnya (Ndy)