16 Mei 2019, Ustadz Solmed Tausiyah di Festival Ramadhan
15 Mei 2019
Tim Elang Polres Kolaka Berhasil Mengamankan Seorang Pemuda Yang Diduga Melakukan Pencurian
15 Mei 2019

Diduga KKN, Ayah dan Anak ‘Mengolah’ Uang Bumdes 1 Milyar Lebih

Mediaputrabhayangkara.com – Sergai (Sumut) – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bersama, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, yang juga memakai penyertaan Modal (Uang) dari beberapa Desa yang ada Dikecamatan Dolok Merawan, dengan total Modal seluruhnya sekitar 1,3 Milyar diduga beraroma Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN).

Dugaan tersebut bukan tanpa alasan, sebab Dana Bumdes yang jumlahnya Milyaran Rupiah tersebut dikelola beberapa orang pengurus yang diantaranya Ayah dan Anak sebagai “Bos” Bumdes, yakni, Irwadi Parangin angin, menjabat Direktur Bumdes dan David Parangin angin,menjabat Pemeriksa Laporan Keuangan (Kepala Unit) ditempat yang sama, penunjukan dan mekanisme pengangkatan Anak Direktur Bumdes menjadi Pemeriksa laporan keuangan tersebut diduga tidak sesuai AD/ART yang berlaku dan terindikasi Nepotisme, pasalnya, pengangkatan jabatan tersebut tidak dilakukan melalui Musyawarah dengan pengurus dan pemegang saham (Seluruh Kepala Desa), diduga pengangkatan pengurus baru tersebut inisiatif Irwadi Direktur Bumdes, karena anaknya sudah tidak lagi bekerja sebagai Karyawan ditempat kerja sebelumnya, dan entah karena ketepatan atau tidak, Jabatan tersebut yang awalnya tidak ada tapi kurun waktu sekitar beberapa bulan bekakangan Jabatan Kepala Unit diadakan dan dikendalikan David Parangin angin.
“Iya sebelumnya tidak ada Kepala Unit, Dia dulu kerja di PT Brigstone” Terang Bakri Handoko, Wakil Direktur Bumdes.

David Parangin angin, Pemeriksa laporan keuangan Bumdes, Anak Irwadi Parangin angin Direktur Bumdes (Foto/Irlan)

Warga setempat terlihat kecewa dengan pengelolaan Bumdes yang “Dikuasai” tanpa memberikan kesempatan kepada Masyarakat,

“Seharusnya orang lain, dibagi jangan sekeluarga semua disitu, bisa micu KKN jadinya” Ucap Warga.

Menanggapi kepengurusan yang “Bongkar Pasang” secara “suka – suka” tersebut, Pihak PMD mengakui bahwa mereka tidak ada melakukan musyawarah kepada para Kepala Desa, ditempat yang sama Camat Dolok Merawan, Rico Sebastian, ketika Dikonfirmasi mediaputrabhayangkara.com diruangannya terkait kepatutan dan etika kepantasan, Rabu (15/05/2019) menjelaskan “Kalau secara kepatutan itu rentan karena yang dikelola uang, modal totalnya sekitar 1,3 Milyar” Ucap Camat. (Irlan.S)