Aburaera, Kades Lalimbue Jaya : Kita Harus Pintar-Pintar Cari Peluang Usaha
10 November 2020
Polisi Berhasil Amankan Pelaku Penjual Minuman Keras Lokal Jenis Sopi di Merauke
10 November 2020

Kades Lalimbue Jaya : Pembangunan Jembatan Penghubung Antar Desa Butuh Anggaran Besar

Reading Time: 2 minutes

Unaaha, mediaputrabhayangkara.com – Aburera Kepala Desa Lalimbue Jaya terbilang sukses membangun desanya terbukti dengan banyaknya program desa yang sudah di selesaikan salah satunya penimbunan jalan untuk penggunaan anggaran Dana Desa tahun 2020 ini. Selain itu beliau juga sudah menjabat selama tiga (3) periode.

Dengan luas wilayah yang sekitar 320 hektar dan jumlah penduduk sebanyak 397 jiwa tentu harus punya ketekunan dan kesabaran untuk membangun Desa Lalimbue Jaya. Selama tiga periode menjabat sudah berbagai kegaitan yang dilakukan oleh Aburaera baik untuk meningkatkan taraf prekonomian warga maupun dari sektor ifrastruktur.

Aburaera menjelaskan bahwa, “Selama tiga tahun menjabat walaupun sudah berbagai kegiatan yang sudah terealisasi namun ada satu hal mengganjal pikiran saya terkait jembatan penghubung antar desa”.

“Yang mana panjang jembatan tersebut sekitar 40 meter yang melintasi sungai Lalimbue itu sudah tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat, kendaraan roda dua pun sulit melintas karena lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah mulai lapuh (kalah)”, ucapnya saat ditemui dikediamannya di Desa Lalimbue Jaya, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Unaaha, Provinsi Sulawesi Tenggara. Senin (9/11/2020).

Lanjut Aburaera, “Jembatan itu merupakan akses yang sangat strategis untuk para pekerja di tambang dan masyarakat untuk menuju ke Kota Kendari karena bilamana melalui jembatan itu jarak tempuh semakin dekat”.

Dulu waktu jembatan itu masih bagus, kata Aburaera, “Arus pengendara di Desa Lalimbue Jaya ini terbilang ramai baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, tapi sekarang tidak lagi dikarenakan kondisi jembatan yang sudah rusak”.

“Saya pernah berpikir untuk membangun jembatan tersebut namun kalau hanya menggunakan Dana Desa yang 700 juta saya rasa tidak cukup karena penggunaan Dana Desa harus sesuai prosedur, tidak bisa satu item saja harus ada pemberdayaan juga. Dan itu butuh anggaran besar”, ungkapnya.

“Terkait pembangunan jembatan tersebut, mudah-mudahan pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi bisa membantu untuk memproporsikan anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut”, harap Aburaera. (Hasan.B)