Kepemudaan Desa Tikong Resmi Dilantik, Ini Harapan Kades
26 Juli 2020
Audy Siap Berikan Kontribusi Bagi Daerah Sumatra Barat
26 Juli 2020

Kepala Rijalul Ansor PC GP Ansor Pasuruan Kota Tanggapi Situasi Maraknya Perebutan Jenazah Covid-19

Reading Time: 2 minutes

Pasuruan, mediaputrabhayangkara.com – Kepala Rijalul Ansor PC GP Ansor Pasuruan kota, menanggapi stuasi maraknya perebutan jenazah Covid 19 dari protokoler oleh pihak keluarga yang meninggal positif Covid 19, masyarakat umum dan Ansor merasa resah terkait pemakaman dan cara memandikan jenazah Covid 19.

Kepala Rijalul Ansor PC GP Ansor kota Pasuruan, Sulaiman Mahbubi, SQ. SH. atau akrab dipanggil Gus Bobbi, merasa resah terkait jenazah Covid 19, diduga cara memandikan dan cara pemakaman tidak memenuhi syariat Islam, berkaitan dengan terjadinya pengambilan paksa jenazah Covid- 19 kemaren 25/7/2020 di Rs Soedarsono kota Pasuruan oleh pihak keluarga jenazah.

Maraknya perebutan jenazah Covid- 19 Dari protokoler oleh pihak keluarga, secara pribadi Kepala Rijalul Ansor PC GP Ansor Pasuruan kota mendapatkan dan beberapa masukan dan juga pertanyaan dari masyarakat umum yang terkait dari hal ini, dan narasumber dari teman – teman Ansor yang punya keresahan yang sama terkait jenazah Covid- 19.

Terkait pelaksanaan syariat Islam yang di terapkan dalam pemakaman jenazah Covid- 19, yakni selaku Kepala Rijalul PC GP Ansor kota Pasuruan. 26/7/2020.

” kenapa dugaannya kesitu, karena kebanyakan kasus perebutan jenazah oleh pihak keluarga tersebut, karena mereka tidak percaya jika pihak protokol Covid- 19 melakukan tatacara pemakaman yang layak dalam islam, tidak adanya rasa percaya dari pihak keluarga serta masyarakat ini didasari oleh tidak adanya transparansi terkait prosedur pemakaman yang dilakukan, serta tidak ada seorang pemuka agama atau biasa disebut mudin pada daerah setempat yang diikut sertakan guna memastikan dan mengawasi dijalankannya kelayakan pemakaman secara Islam tersebut, keresahan yang terjadi cukup beragam, tapi yang paling sering diragukan oleh masyarakat adalah pelaksanaan Talkin dan Sholat jenazahnya, khawatir anggota keluarganya yang meninggal tersebut hanya dikuburkan begitu saja.” ujarnya

Kepala Rijalul Ansor PC GP Ansor kota Pasuruan, sejauh ini dari Ansor percaya bahwasanya pemerintah menjalankan syariat-syariat Islam yang diperuntukkan untuk penguburan jenazah Covid-19, Dalam hal ini ketua Ansor menanam dalam keraguan karena dari pihak gugus Covid-19 yang bertugas untuk menangani protokoler pemakaman sejauh ini tidak pernah melibatkan, tokoh-tokoh agama seperti mudin atau pemuka agama atau didaerah yang bersangkutan.

Menurut Ansor setidaknya untuk menanggulangi perebutan jenazah Covid-19 ada satu atau dua tokoh atau salasatu pemuka agama yang dilibatkan acara pemakaman tersebut, meskipun mengikuti Alat Perlindungan Diri(APD) dengan itu akan sedikit menenangkan dan lebih membuat masyarakat percaya bahwasanya protokoler pemakaman Covit- 19, bagi yang muslim tetap dijalankan sebagai mana layaknya tidak akan diletakkan asal begitu saja.

“kami dari Ansor dengan terang terangan menanyakan apakah pemerintah menjalankan syariat-syariat islam dalam protokoler pemakaman jenazah Covid-19 terhadap yang muslim, dan apakah sudah melibatkan pemuka agama, paling setidaknya entah Banser atau tokoh agama muslim untuk memastikan bahwasanya itu dijalankan seperti talkin, sholat jenazah dan juga beberapa protokol syariat biasanya dilaksanakan penguburan jenazah muslim.”(Anang, Erwan Tim MPB)