Chief Representative JICA Indonesia Hadir dan Membuka Acara RLF di Bali
5 Oktober 2019
Gelar Run For Bali 374 KM, Pangdam IX/Udayana Dampingi Serka Gede Astawa di Kilometer 290
5 Oktober 2019

MEJA REDAKSI : MEMAHAMI INFORMASI HOAX DAN MENYIKAPI

Media putra Bhayangkara, Sabtu. 5/10, Salam setia, Kali ini meja redaksi, menyajikan informasi tambahan sebagai referensi para pembaca yang gemar akan menulis berita.

Mungkin saudara sudah kenyang menyantap teori, nah sekarang giliran kalian meredakan dahaga dengan praktik kerja jurnalistik/ praktik membuat berita. Seperti saran dari Dewan Redaksi media Putra Bhayangkara, R. Andrian Aditya. Kali ini memberi sedikit tambahan kepada kontributor khususnya media Putra bhayangkara, luasnya kepada penyaji berita di media online lainnya.

“Akhir-akhir ini sejumlah media massa, baik media televisi, media cetak maupun media online sangat disibukkan dengan pemberitaan politik. Pemberitaan yang disajikan menjadi semacam bola liar yang sulit dikendalikan di kawatirkan cenderung provokatif serta mengesampingkan etika dalam pemberitaan”. Kata R. Andrian Aditya, diruang kerjanya sebagai Ketua KBPPPOLRI Prov. Aceh.

“Kita lihat pemberitaan bohong didominasi di berita sosial/internet, karena Internet adalah salah satu kebutuhan masyarakat yang tidak mengenal strata, dari anak-anak hingga orang dewasa pada umumnya memiliki HP dan sudah menjadi suatu kebutuhan, sekaligus menggunakan internet.” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan informasi bohong yang belakangan ini membanjiri masyarakat kita lewat pergaulannya di media sosial. Dengan mudah kita mencium berita tersebut sebagai alat propaganda dan provokasi politik di dalamnya. Masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi dari orang atau graup yang diikuti melalui Facebook, Twitter dan YouTube. Indonesia, dewasa ini…!!.

Media sosial yang seharusnya menjadi sarana untuk menyerap informasi positif yang mencerdaskan telah banyak didistorsi oleh kelompok-kelompok yang tak bertanggung jawab, dengan menjadikanya sebagai ruang untuk doktrinasi dan menebar kebencian.

Sebagai media informasi, media massa sebenarnya memiliki fungsi memberikan informasi dan edukasi pada publik. Sejalan dengan perkembanggan teknologi digital yang mudah diakses dengan cepat penyebaranya kepada masyarakat. Dalam Undang-Undang No.40 Tahun 1999 Pasal 3 ayat 1 disebutkan bahwa, pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Artinya, sebagai salah satu pilar demokrasi.

Dewan Redaksi media Putra Bhayangkara, R. Andrian Aditya menyarankan, bagi para pengguna media sosial sebaiknya saat meng-share berita-berita, wajib melakukan kroscek dan filter. Apakah informasi yang diterima benar atau tidak. R adrian berharap situasi yang demikian ini, maka anak bangsa agar tidak mudah terjangkit wabah informasi hoax. (Red.MPB)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *